Sunday, October 6, 2013

Bila Al-Quran berbicara dengan orang2 yang diuji...


Betapa sayang nya Allah pada kita sehingga di dalam al-Quran diselitkan dengan motivasi supaya hamba-hambaNya ini tabah dalam menghadapi segala dugaan sebelum menuju ke perhentian abadi...

KENAPA AKU DIUJI?
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan;
"Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
-Surah Al-Baqarah ayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
-Surah Al-Baqarah ayat 286

RASA FRUST?
"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
-Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
-Surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
-Surah At-Taubah ayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
-Surah At-Taubah ayat 129

AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
-Surah Yusuf ayat 12

Sunday, September 1, 2013

Accepting What Allaah Decreed


Accepting What Allaah Decreed:

The Stances to be Adopted with Regards to Decreed Events which are Disagreeable, by Imaam Ibnul-Qayyim (rahimahullaah, d.751H)

Imaam Ibnul-Qayyim said:

When something pre-decreed happens to the servant, and it is something which he dislikes, then he must adopt six stances regarding it:

The first: The stance of Tawheed: and that Allaah is the One Who decreed it, willed it, and created it. Whatever Allaah willed occurs, and whatever He did not will shall not occur;

The second: The stance of Justice (al-'Adl): And that His Judgement applies and occurs upon him, and whatever He ordains concerning him is fully just;

The third: The stance of Mercy (ar-Rahmah): And that His Mercy in this decreed matter outweighs His Anger, and His punishing; and that Mercy is its basis;

The fourth: The stance of Wisdom (al-Hikmah): And that His Wisdom - He the One free of all imperfections - necessitated that it should occur. He did not ordain it without purpose, or frivolously.

The fifth: The stance of Praise (al-Hamd): And that He - the Perfect - deserves full praise for that, from every aspect.

The sixth: The stance of Servitude (al-'Uboodiyyah): And that he is entirely a slave, in every sense. The Judgements and Decrees of his Master apply and occur upon him, since he belongs to Him and is His slave. So He controls him such that he is under His Decrees which relate to the creation, just as He controls him in his being under His Judgements relating to the Religion. So it is fully appropriate that these Decrees occur upon him.

Source: Al-Fawaa`id (pp. 46-47) of Imaam Ibnul-Qayyim (rahimahullaah)

Thursday, August 1, 2013

Bagaimana berdoa seperti yang dianjurkan oleh ulama?



Sekarang kita berada di penghujung bulan Ramadhan. 10 hari terakhir ini dijanji dengan pellbagai ganjaran antaranya malam lalitul qadar. Malam yang disebut di dalam quran lebih mulia dari seribu bulan. 
 
Antara ibadat yang sangat dituntut pada malam tersebut adalah du'a. Ini bertepatan dengan  satu hadith yang diriwayatkan oleh A'isyhah ra. bahawasanya A'isyah berkata: Apakah yang perlu aku buat ketika bertepatan degan malam itu? Nabi S.A.W bersabda, "bacalah: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha Pemberi pengampunan dan menyukai orang yang memohon ampun, maka ampunilah aku" (Hadith Riwayat At-Termizi).

Oleh kerana itu, kita kena memperbanyakan berdu'a khususnya pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Maulana Sulaiman khatani beritahu, hari ini umat hanya "membaca" d'ua dan "menyanyi" du'a.. Umat tidak berdu'a denga cara yang diajarkan oleh Nabi S.A.W. Jadi bagaimana, du'a kita akan jadi mustajab, kalau kita tak berdu'a seperti yang dianjurkan oleh Nabi S.A.W.

Jadi dalam kesempatan kali ini, insyaAllah saya akan berkongsi secara ringkas, bagaimana berdu'a seperti yang dianjurkan oleh ulama..

1) Berdu'a dengan menggunakan ismul a'zdhom (nama2 Allah yang Maha Agung)
Kita dituntut mulakan du'a dengan menyebut dan menyeru nama2 Allah. 
Firman Allah: "Serulah Allah atau serulah A-Rahman. Dengan nama apa sahaja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaul husna.." (Al-Isra:110). 
 Syeikh Yaseer Qadhi menyebut hari ni kita kena gunakan nama Allah sesuai degan hajat kita. Conthnya, kalau, kita nak memohon Allah mengampunkan dosa2 kita, kita digalakkan guna nama Allah: Al-Ghaffur (yang Maha Pengampun), Ar-Rahman (Yang Maha Mengasih), Ar-Raheem (yang Maha Kasih Kepda hamaba2Nya yang mukmin).. So, kita kena gunakan Nama Allah yang betul yang bertepatan dan sesuai degan hajat kita.

2)Disusuli degan selawat ke atas Nabi S.A.W.
Dalam satu riwayat disebut: "du'a yang tidak disertakan selawat ke atas nabi tidak akan diterima Allah". Mufti Taqi Uthmani menyebut: "kenapa dituntut berselawat dalam du'a kita? beliau menyebut, bila sesorang berselawat ke atas Nabi, sudah tentu selawat ini diterima, bertepatan dgn hadith nabi: barangsiapa yang selawat ke atas aku sekali, maka Allah akan selawat ke atas mereka 10 kali. jadi peluang utk du'a kita sekali diterima Allaah itu sangat mustajab. kedua, beliau menyebut, menjadi kebiasaan Nabi S.A.W akan membalas hadiah yang diberikan oleh umatnya kepada baginda. Selawat adalah hadiah, jadi bila kita menyertakan selawat dalam du'a, kita, sebagai balasanya, Nabi akan memohon kepada Allah supaya du'a kita diterima Allah."

3)Berdu'a dengan penuh harapan
Kita kena berd'ua dalam keadaan kita penuh berharap pada Allah. meletakkan harapan dan tawajuh hanya pada Allah.. berdu'a dalam keadaan yakin, yang Allah akan pasti qabulkan hajat kita. ni bertepatan dgn hadith sohih: Nabi s.a.w bersabda: Allah berfirman: “Aku sebagaimana (bertindak) mengikut sangkaan hamba-hambaKu...” jadi, Kalau kita bersangka baik dengan Allah, pasti Allah akan qabulkan hajat kita.

4) Berdu'a degan cara mengadu, meminta atau berdialog dengan Allah
Kita kena mengadu pada Allah masalah/ hajat/keinginan kita.. cuba kita perhati bagaimana Nabi2 berdu'a dalam quran:
du'a Nabi ayyub as:
“Wahai Tuhanku,sesunguhnya aku telah di timpa penyakit dan Engkau Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”.(Surah Al-Anbiyaa’:83)

Du'a Nabi Zakariyya as:
Dia merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya telah lemahlah tulang -tulangku, dan telah putih melepaklah uban kepalaku; dan aku – wahai Tuhanku – tidak pernah merasa hampa dengan doa permohonanku kepadaMu. Dan sesungguhnya aku merasa bimbang akan kecuaian kaum kerabatku menyempurnakan tugas-tugas ugama sepeninggalanku; dan isteriku pula adalah seorang yang mandul; oleh itu, kurniakanlah daku dari sisiMu seorang anak lelaki. Yang layak mewarisi daku, juga mewarisi keluarga Nabi Yaakub; dan jadikanlah dia – wahai Tuhanku seorang yang diredhai serta disukai”.( Surah Maryam : 4-6 )

Subhanaallah, begitu indah du'a para Nabi. Mereka mengadu keinginan, hajat mereka dengan penuh rendah diri, sambil penuh berharap pada Allah.  Hari ni, ramai kita yang hanya sekadar membaca du'a..  dan tidak memahami makna dan tidak berdu’a dalam keadaan menunjukan kita benar2 berhajat pada Allah..

Di zaman Nabi ada seorang wanita, namanya Khansa ra. Apabila suaminya telah ziharkan beliau.. beliau telah mengadu pada Allah, menyatakan masalahnya.. sehingga Allah dengar dan memberi respond kepada aduan wanita tersebut sehingga surah al-mujadalah dinamakan sempena perempuan tersebut. Allahu Akhbar. Wanita tersebut bukan Nabi pun. Hanya orang biasa seperti kita. Tapi bila beliau berdu'a degan penuh harapan dan mengadu pada Allah dan benar2 berhajat pada bantuan Allah, maka Allah mengkabulkan hajat beliau.

5) Belajar menangis
Kita kena menangis dalam berdu’a.. Menangis mennunjukkan kesungguhan kita.. harapan kita.. dan kita sangat berhajat pada perhatian dan bantuan Allah. Maulana Sulaiman Khatani beritahu, Saidina Ali berkata: Kalau kita tak boleh menangis dalam berd’ua, kita kena usahakan dan belajar utk (pura2) menangis dalam du’a..” bukanlah bermaksud berlakon tapi kita kena usaha utk belajar menangis dalam du’a kita... Allah suka mendengar rintihan hamba-hambaNYA..

Jom, insyaAllah di kesempatan Ramadhan akhir ni, kita berazam utk tingkatkan d’ua dengan cara yang diajar oleh Nabi s.a.w

Moga perkongsian yang ringkas ni bermanfaat buat semua insyaAllah.

Allahu Musta’an..

24 Ramadhan 1434H




Saturday, July 27, 2013

Ramdhan kali ini... Ramadhan yang penuh bermakna buat diri ni..



Bicara seorang sahabat..

"Ramadhan kali merupakan ramadhan tahun kedua kehidupan aku sebagai "kembali bujang"..
Jika pada tahun pertama.. agar sukar bagi ku untuk menerima fasa kehidupan baru ni.. Terlalu banyak memori yang menganggu tumpuan aku untuk beribadah..

Namun.. Alhamdulillah.. Allah masih sayang padaku.. Allah memberi aku peluang untuk menemui kembali ramadhan buat kali kedua dalam fasa kehidupan yang baru..

Kesempatan kali ini aku sambut dengan penuh rasa syukur pada Robku.. yang amat mengetahui segala sesuatu dan yang maha luas rahmatNYA terhadap hamba-hambaNYA khususnya kepada hambaNYA yang sentiasa mengharapkan rahmatNYA dan pertemuan denganNYA..

 Kehidupan kembali bujang.. kembali single.. kembali seorang diri.. mengingatkan diriku pada kata2 Mufti Ismail Menk:

"Whenever you are alone, remind yourself that Allah has sent everybody away so that it's only you and HIM"

Subahnallah.. MaashaALLAH.. setiap sesuatu ada hikmahnya yang tersembunyi.. yang tidak kita ketahui rahsianya.. melainkan setelah benar2 kita menilai kembali dengan cahaya iman dan taqwa dalam hati..

Bila seorang diri.. dalam keadaan diri ini melalui pelbagai syillabus tarbiyaah dari Ilaihi...terasa begitu dekat dengan Allah..
 ''Apabila hambaKu bertanya tentang Aku katakan (wahai Muhammad) bahwa Aku dekat.."(surah al-baqarah:186

Dulu bila baca ayat tersebut... tidak begitu rasa kesannya pada hati ini.. Namun kali ni... setelah melalui pelbagai pengalaman yang sukar...sehingga terasa begitu berhajat pada Tuhan... begitu berharap pada Tuhan... dgn rahmatNYA kali ini terasa keakraban denganNYA.. 

Ramadhan kali ni.. benar2 bermakna buat diri ini...

Taddarus, du'a, qiyam.. semuanya berbeza...
Walaupun amalan2 yang sama.. Tapi.. penghayatan dan kesannya kali ini berbeza...

 benarlah kata2 ulama...

 " bila diri kita terasa begitu berhajat dengan rahmat dan pertolongan Tuhan..dan terasa diri begitu kerdil di hadapan Allah yang Maha Agung,  maka ketika itu akan mula timbul sifat hamba..."

Rasa seronok dan tenang ketika berdoa, mengadu pada Allah... 

Rasa teruja bila menemui banyak jawapan ketika baca quran.. terasa quran sedang berbicara dengan kita..

Bila qiyam... terasa berdiri sebagai seorang hamba yang begitu berhajat pada rahmat dan pertolongan Allah..

Demi Allah.. semua nikmat2 ni hanya ku temui dalam universiti ramadhan kali ini.. setelah Allah memlih diri ini untuk memasuki dan melalui pre-universiti dgn syallabus tarbiyah dan dugaan dari Allah...yang penuh dengan hikmah...

Benarlah kata2 nabi yusuf dan nabi yaakub as yang allah rakamkan dalam quran, setiap kali diuji oleh Allah dengan ujian yang berbeza2, pasti mereka akan mengatakan :" Inna Rabbaka 'Aleemun Hakeem – No doubt your Master is All-Knowing, the Wise.." 

sebagai Al-Alim...Allah maha mengetahui akan hikmah sebenar setiap peristiwa dan kejadian dan Allah juga bersifat Al-Hakim, Maha bijaksana dan maha  hebatNYA Allah yang mengatur setiap kejadian dengan sempurna... ""

Kalau kita membaca surah yusuf, kita akan temui Sifat Allah sebagai "Al-Alim dan Al-Hakim"  disebut banyak kali... setiap kali ditimpa ujian, Nabi Yaakub dan Nabi Yusuf akan sebut sifat Allah ini..

Marilah kita sama2 manfaatkan ramadhan kali ini degan penuh penghayatan dan ihtisab(yakin degan janji2 Allah) dan mengharapkan pengampunan...

Mana tahu.. mungkin Ramadhan kali ini.. Ramadhan yang terakhir buat kita..!!



Sunday, June 16, 2013

Rindu pada anak...



Ada seorang sahabat..telah ditimpa ujian dari Allah..
orang2 berniyyat jahat telah pisahkan beliau dari anaknya..
Beliau sangat rindu pada anaknya..
Risau akan keselamatan anaknya..
Bagaimana keadaan anaknya..?
Ketika perasaan yang terlalu sedih.. beliau membaca al-quran.. tiba2 ketika beliau membaca ayat yang berikut:



A086                             "Sesungguhnya aku hanyalah mengadukan kesusahan dan dukacitaku kepada Allah.."(Yusuf 12:86)..
 

Mengalir air matanya ketika membaca ayat tersebut.. ayat tersebut seolah2 berbicara dengan beliau.. Ayat tersebut mengisahkan peristiwa yang Nabi Yaakub as sangat rindu dan risau pada anaknya Yusuf as.. Nabi Yaakub mengadu hanya pada Allah..

Baginda mengadu risaunya pada Yusuf as.. yang telah dipisahkan oleh orang2 yang berniyyat jahat terhadap Yusuf as.

Subhanallah.. benarla Al-quran benar2 pengubat dan penawar bagi masalah kita..


Hanya pada Allah...orang2 mukmin mengadu dan berharap..

Allaahu musta'an...

Wednesday, May 8, 2013

Why should a beloved servant of Allah be burdened with trials and worries?



 By Mufti Taqi Uthmani:

The Holy  Prophet  is reported  to  have  said  in  a Hadith:

"When Allah loves some servant He showers  on him torrents of calamities and trials"

When  the  Angels  inquire  from  Allah  the  cause of  this strange treatment of His favourite servants, Allah
replies to them, saying: Let him remain in this condition,  weeping and seeking for help,  as I  like this begging  and suplications from him. This Hadith is weak in its authority but there are many Ahadith to the same effect.
According to another Hadith, Allah asks His Angels to go to His servant and entangle him  in  some trial
because  He  is  pleased  with  his  weeping  and  crying  for mercy  and  help.  The secret of this  strange treatment  of Allah with His beloved servant lies in the fact that Allah desires  to  convert  the troubles  and  trials  of His  servant into everlasting peace and comfort and elevate his status in  the  Hereafter  by  purging  him  of the  filth  of his  sins committed in the worldly life.

Tuesday, April 23, 2013

Takutilah doa orang-orang yang dizalimi


Baru-baru ni ada seorang hamba Allah telah dizalimi dan difitnah oleh bekas isteri dan bekas mak mertua di mahkamah syariah semata-mata untuk menghalang hamba tersebut daripada jumpa dengan anaknya dalam keadaan selamat...

Orang-orang zalim langsung tidak gentar dengan hukuman dari Allah.. Langsung tidak peduli dengan ancaman Allah dan Rasul... Mereka sanggup berbohong, mengherdik dan memfitnah demi memenuhi impian mereka yang terang-terang bertentangan dengan hukum Allah!!

Wahai orang-orang zalim... insaflah.. hentikanlah kezaliman kamu..!!

Ingatlah!!

Allah swt telah berfirman:

لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم وكان الله سميعا عليما

" Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut ; dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui." ( 148 : an-Nisa)


Ibnu Abbas r.a telah mentafsirkan ayat ini: "ALLAH TIDAK SUKA SESEORANG MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA SESORANG YANG LAIN KECUALI ORANG YANG DIZALIMI. SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MEMBERIKAN KEBENARAN KEPADANYA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG DIZALIMI. JIKA DIA BERSABAR MAKA ITU LEBIH BAIK BAGINYA." Qatadah berkata: ALLAH MEMBERIKAN KELONGGARAN KEPADA ORANG YANG DIZALIMI UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN. INI SEPERTI MANA YANG KAMU DENGAR. PANDANGAN RASULULLAH

Banyak hadis2 Rasulullah berkenaan dengan doa kepada orang yang dizalimi. Ini adalah diantara doa yang mustajab doanya. Diantara hadis-hadis tersebut adalah:- 1. Hadis dari Anas r.a , Rasulullah saw bersabda:


اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب

" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah." Hadis riwayat Ahmad - sanad hasan

2. Hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah saw bersabda:


اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة
"Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara."

Hadis riwayat Hakim - sanad sahih

3. Hadis dari Khuzaimah bin Thabit r.a, Rasulullah saw bersabda:


اتقوا دعوة المظلوم فإنها تحمل على الغمام يقول الله عز وجل : وعزتي وجلالي لأنصرنك ولو بعد حين


" Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi. Allah swt berkata : Demi kemulian dan keagunganku, aku pasti akan menolongmu walaupun setelah masa yang lama."
Hadis riwayat Tobrani - sanad hasan

4. Hadis dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda:


ثلاث دعوات مستجابات : دعوة الصائم ودعوة المظلوم ودعوة المسافر
" Tiga doa yang diperkenankan: Doa orang puasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." Hadis riwayat Baihaqi - sahih

5. Hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه

" Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi." Hadis hasan riwayat at-Tayalasi



Imam Nawawi telah meletakkan satu tajuk dalam kitabnya al-Azkar:

"BAB: HARUS BAGI SEORANG MANUSIA UNTUK MENDOAKAN KEBURUKAN KEPADA ORANG YANG MENZALIMI ORANG-ORANG ISLAM ATAU MENZALIMI DIRINYA SENDIRI."

Syeikh Ibnu Allan as-Siddiqi (pengarang syarah bagi kitab Azkar) berkata di bawah tajuk ini:

" Maksud harus yang disebut imam Nawawi adalah merangkumi sunat. Maksudnya ia tidak haram dan tidak makruh. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi manusia lain supaya terhindar dari kezalimannya maka hukumnya sunat. Sekiranya doa kecelakaan kepada orang yang menzalimi dirinya sendiri atau yang menyakitinya , sesungguhnya ini diharuskan untuk berdoa sebegini. Seeloknya dia maafkan dan melupakannya."

Dalil pengharusan.

Ini jelas melalui ayat al-Quran 148 surah an-Nisa mengikut tafsiran Ibnu Abbas seperti yg telah dinyatakan sebelum ini. Adapun hadis Rasulullah saw adalah hadis berikut:


أنه صلى الله عليه وسلم دعا على الذين قتلوا القراء رضي الله عنهم وأدام الدعاء عليهم شهرا يقول: اللهم العن رعلا وذكوان وعصية

" Sesungguhnya Nabi saw mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran ra dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri'l, zakwan dan 'usayyah (nama2 kabilah)."
Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Dizaman pemerintahan Umar ra , beliau telah melantik Saad bin Abi Waqas ra sebagai gabenor Kufah. Ada seorang lelaki yang bernama Usamah bin Qatadah atau Abu Sa'dah telah menuduh Sa'ad dengan kata2nya:

أما إن نشدتنا فإن سعدا لا يسير بالسرية ولا يقسم بالسوية ولا يعدل في القضية

" Sekiranya kamu bertanya kami tentang sa'ad, sesungguhnya dia tidak menyertai peperangan, tidak menyamaratakan pemberian dan tidak berlaku adil dalam hukuman."

Lalu Sa'ad berdoa:


اللهم إن كان عبدك هذا كاذبا قام رياء وسمعة فأطل عمره وأطل فقره وعرضه للفتن

" Ya Allah sekiranya hamba mu ini pembohong dan melakukannya semata kerana riya' dan sum'ah maka hendaklah engkau panjangkan umurnya, kekalkan kefakirannya dan dedahkan dia kepada fitnah."

Kemudian setelah tua, lelaki yg menuduh saad ra berkata " Aku telah terkena bencana akibat doa Sa'ad." "Abdul Malik bin Umair ra perawi hadis ini berkata: Aku melihat lelaki tadi (qatadah) selepas dia tua, dua bulu keningnya telah gugur kerana terlampau tua , dia telah menganggu perempuan-perempuan muda dengan meraba dan meramas mereka.

" Hadis sahih Bukhari dan Muslim.

Seorang wanita bernama Arwa binti Aus telah mengadu kepada khalifah Marwan bin Hakam tentang Sa'id bin Zaid ra. Dia mendakwa Sa'ad ra telah mengambil sebahgian dari tanahnya. Lalu Sa'ad berkata : Adakah aku tergamak mengambil sebahgian dari tanahnya sedangkan aku telah mendengar sesuatu dari Rasulullah saw?" Marwan bertanya " Apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw ?" Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:


من أخذ شبرا من الأرض ظلما طوقه إلى سبع أرضين
" Sesiapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, Allah swt akan mengalungi tanah tersebut sehingga tujuh petala bumi."

Lalu Marwaى berkata "Aku tidak akan memintamu mendatangkan saksi selepas ini." Sa'id pun berkata:

اللهم إن كانت كاذبة فأعم بصرها واقتلها في أرضها
"Ya Allah sekiranya wanita tadi berbohong maka hendaklah engkau butakan matanya dan bunuhlah dia di tanahnya. "

Wanita tadi tidak mati sehinggalah dia buta dan ketika mana dia berjalan di atas muka tanah milikinya, tiba-tiba dia jatuh di dalam lubang, lalu mati."

Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.


Maka oleh kerana itu... Wahai orang2 yang zallim...Takutlah kamu kepada azab Allah dan ancaman yang keras dari Allah dan Rasul...azab yang pedih menanti kamu di dunia lagi...

Hentikanlah kezaliman kamu!!!

Sunday, April 7, 2013

Jangan mengeluh pada manusia...

 
Orang yang melihat masalah sebagai ujian Allah..
Tidak mudah mengeluh pada manusia...
Hanya mengadu pada Allah..
Menerima kenyataan dengan hati yang redha...
Cuba sehabis boleh untuk senyum...
Walau hatinya menangis...
Untuk mengelak simpati manusia..
Agar hatinya tetap mengharap pada Allah..
Zhat yang akan mengadakan jalan keluar bagi masalahnya...

Saturday, April 6, 2013

Siapa orang-orang yang berzikir kepada Allah?



Nabi S.A.W:
 
"Barangsiapa yang taat kepada Allah, bererti ia berzikir kepada Allah, sekalipun ia kurang solat( sunat), berpuasa(sunat) dan membanca al-quran dan barangsiapa yang melakukan kemaksiatan kepada Allah, bererti ia telah lupa kepada Allah walaupun ia banyak menunaikan solat, berpuasa dan membaca al-quran"(hadith riwayat at-thaalibi dan al-wahidi)



Setiap orang yang meninggalkan perkara haram kerana takut kepada Allah atau melakukan sesuatu amalan yang boleh medatangkan pahala dari Allah, adalah dikira berzikir kepada Allah walaupun ia tidak melafazkan sebarang tasbid, tahmid dll. bahkan ini adalah seafdal-afdal zikir.


Menurut Yusuf Al-Asbat:

"Bukan dikatan berzikir itu orang yang mengucapkan tasbih atau tahmid, tetapi orang yang berzikir itu ialah orang yang apabila diangkatkan kepadanya timbangan, ia mengetahui Allah sedang melihatnya, lantas ia mengambil sesuatu dengan cara yang sebenar dan memberi sesuatu juga dengan cara yang sebenar"

Yang dimaksudkan oleh Yusuf bin Al-asbat di sini ialah seseorang yang menimbang barangan dengan jujur adalah termasuk ke dalam orang kategori orang-orang yang berzikir.



Menurut Ibnu Qayyim konsep zikir Ar-Ri'ayah ialah seseorang merasakan dirinya sentiasa berada dibawah perhatian Allah di mana sahaja ia berada.

(petikan dari buku: Salah Faham Terhadap Konsep Ibadah, Ilmu dan Zikir oleh Dr Basri Ibrahim al-azhari)

Wednesday, April 3, 2013

A wonderful explanation

 from Imam Suhaib Webb:



The darkness of night is sprinkled with (bright) stars, until it is it is covered by the sun

Explanation The author uses a beautiful analogy, addressing an important Godly norms that operates in the universe: hardships are removed slowly, at a natural pace, just like the sun gradually pierces through the dark fortification of night. Scholars of the heart refer to this in Arabic as التدرج في كشف المحنة (En. al-Tadarruj fi Kashf al-Mihna). The darker the night gets, the brighter the stars become. And on some nights the moon shines in all her glory.

Trials may seem unbearable, but as they get harder, if one squints spiritually, he may see the light at the end of the tunnel! Allah says, “And it is He who has made the night and the day in succession for whoever desires to remember or desires gratitude.” 25:62

This does not mean that change cannot occur quickly, but everything happens with God’s wisdom and decree. A believer understands this well and acts accordingly. Every event and occurrence presents an opportunity to experience God’s wisdom - increase a person’s servitude.

On some days, his blessings may shine like the full moon and on others, they may twinkle. Either way, they are there. No amount of darkness can hide them!




Saturday, January 12, 2013

Syukur.... dengan nikmat yang masih ada....



Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.. yang masih memberikan kepada kita peluang untuk teruskan hidup di tahun 2013...dengan menggunakan segala nikmat yang diberikan nikmat oleh Allah...

Nikmat Allah begitu banyak... sehingga kita tidak mampu menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita..

Bila kita diuji oleh Allah.... kadang-kadang kita terasa kehidupan ini terlalu sempit dan kita mula "lupa' pada Allah... kita merasakan seolah-olah kehidupan kita tidak bermakna lagi... Kita merasakan seolah-olah tidak ada nikmat lagi yang diberikan oleh Allah pada kita...

Bila seseorang diuji dengan kehilangan ahli keluarga sama ada dalam bentuk kematian atau perceraian... kita merasa kehidupan kita tidak bermakna.. kita mula "menyoal" ..kenapa aku diuji?? kenapa aku yang patut lalui semua ini??? pelbagai bisikan dan soalan yang mula timbul ...

tapi kita lupa... di saat kita diberi nikmat oleh Allah..tak pernah pun kita menyoal diri kita...."kenapa aku yang dipilih untuk dapat kejayaan ini?? kenapa aku yang dapat kebahagian ini??

itu lah tabiat insan.. kita mudah "lupa" Allah... lupa pada nikmat Allah di saat bahagia dan sengsara... lupa pada Allah..di saat berjaya dan di saat gagal...

setiap masa dan keadaan yang kita lalui, Allah tetap memberikan nikmat pada kita... kalau seseorang diuji dengan kehilangan ahli keluarga sama ada melalui kematian atau perceraian... kita masih bersyukur... Allah masih memberikan kita nikmat kesihatan tubuh badan yang patut kita bersyukur(contohnya)... kalau kita lupa pada nikmat ini.. dan kita terus bersedih dan kecewa yang berpanjangan... kita lupa pada nikmat yang ada...  kita lupa pada Allah.. kita mula meninggalkan perintah Allah satu persatu... 

maka...akibatnya..kesannya... nikmat yang ada pun akan "hilang" daripada kita suatu hari nanti... conthnya... bila kita terlalu sedih dan kecewa... dan tak jaga kesihatan diri... kita akan jatuh sakit... lama2 akan mudaratkan diri kita...

oleh kerana itu... BERSYUKUR LAH pada Allah... dengan nikmat yang masih kita kecapi... syukur dengan nikmat yang masih ada..

moga tahun baru ini... kita meningkatkan rasa syukur... syukur pada Allah... di saat bahagia atau sengsara...


tanda syukur ialah bila kita menggunakan nikmat yang Allah berikan itu untuk taat pada Allah... gunakan nikmat yang Allah bagi itu bertepatan dengan syariat...bukan "bertuhankan nafsu"..

ingat...!! kalau kita lupa dan tidak bersyukur.... nikmat tu akan hilang.... 

bersyukurlah.... nescaya kita akan bahagia....

Tuesday, November 20, 2012

The ordeals that fell on Hazrat Ayyub


Mufti Taqi Uthmani used to say in his lectures:

Just consider for a while the sufferings of Hazrat Ayyub as. To what a horrible disease he was subjected! Satan visited him in this condition and told him that the malady was due to his sins which was inflicted on him
because of Allah's displeasure. In addition, he put forward his proofs in support of his allegations. On this occasion he debated with Hazrat Ayyub.

Hazrat Ayyub  as. counteracted Satan's argument by saying: It is wrong to allege that this disease is due to
Alalh's displeasure on account of my sins. In fact, the ordeal of the disease is a token of love and favour towards me from my Allah. I do invoke Allah to cure this disease, but I do not complain against Him for the disease. At the same time I do not object to the disease which has been sent down to me by Allah, nor do I ask why my Allah has inflicted me with this disease. I always turn to Allah in repentance and submit to
Him the Qur'anic Du 'a (Supplication).

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ                     
 (And Ayyub, when he cried to his I,ord, saying): 
"Oh my Lord adversity has touched me; indeed, and You are the Most Merciful of all who show mercy". (21: 83).

 Hazrat Ayyub as,  added saying:
My invoking Allah is a favour from Him. When He  has caused me to turn to Him in repentance, it is quite clear that this test too is a sign of His Mercy and love.


Saturday, November 3, 2012

Ujian untuk Naik Pangkat



Sebai insan yang menjalani kehidupan seharian, kita kerap kali akan lalui satu proses atau tahap dari dari kecil sehingga dewasa iaitu ujian. Kalau di sekolah rendah, kita akan lalui UPSR sebagai syarat untuk melangkah ke tahap pendidikan yang lebih tinggi. Begitu juga keadaan di peringkat sekolah menengah, kita akan lalui PMR sebagai syarat untuk kita menuju ke tahap pendidkan yang lebih tinggi iaitu SPM. Setiap kali kita berjaya melalui ujian-ujian ini dari tahap rendah ke tahap tinggi, kita akan lebih matang, berpengetahuan dan sebagainya.

Jiga kita gagal di peringkat UPSR, secara umumnya, kita akan gagal untuk masuk ke peringkat sekolah menengah. Begitu juga seterusnya, setiap kali kita gagal ujian yang tahap rendah, kita tak boleh "move" ke tahap yang lebih tinggi.

Begitu juga keadaannya, di universiti dan juga di tempat kerja. Kita kena melalui ujian-ujian untuk naik tahap yang lebih tinggi contohnya, kenaikan pangkat dalam sesuatu organnisasi. Alhamdulillah, secara lumrah, kita semua sebagai insan yang normal akan menerima hakikat ini. Ujian yang kita lalui dalam urusan  dunia, akan menaikkan darjat atau tahap kita lebih tinggi dari segi akademik atau pangkat atau yang seumpama dengannya.

Kita semua boleh menerima hakikat ini dengan hati yang terbuka dan was-was atau ragu-ragu. TAPI.... pernahkah kita pikir, Allah S.W.T telah mentaqdirkan "Nizam" atau peraturan yang lebih kurang sama bagi hamba-hambaNYA dalam urusan hubungan kita dengan Allah. Manusia yang sabar dan redha denga ujian yang diberikan oleh Allah, maka Allah akan naikkan kedudukan dan maqam hambaNYA di sisiNYA. makin tinggi/ hebat ujian yang kita lalui, makin tinggi kedudukkan kita di sisi Allah.

Sebab itu manusia yang paling banyk menerima ujian adalah para nabi Allah. Manakala di antara para Nabi, yang paling banyak menerima ujian yang hebat adalah Para Rasul u'lul a'zmi- Nabi Muhammad, diikuti oleh Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, NabiMusa dan Nabi Isa as. Mereka semua adalah manusia pilihan Allah yang menerima ujian yang hebat, sebagai natijahnya, Allah mengangkat darjat mereka di sisiNYA.

Oleh itu, saya ingin ingatkan diri saya yang serba dhoif ini dan sahabat2 semua, bila Allah menguji atau menduga kita, itu tandanya Allah sayang pada kita dan Allah berkehendak naikkan darjat kita di sisiNYA dengan syarat kita kena la sabar, redha dan taat pada perintah Allah di saat diuji.

Firman Allah dalam surat al-mulk:

 A002
Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat);



Thursday, May 24, 2012

Adakah perkara yang nampak gagal di mata kita, gagal juga di sisi Allah?



Kita sebagai Allah telah dipertintahkan oleh Allah untuk hidup berdasarkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah melalui jalan wahyuNYA... sama ada melalui Kalam Allah iaitu al-Quran dan juga sabdaan dan sirah Nabi S.A.W iaitulah Sunnah Nabi S.A.W..

Dalam menjalankan perkara ini, Islam tidak menilai kuantiti atau natijah semata2,tapi yang Islam menilai adalah kualiti dan kesungguhan dan juga keikhlasan.. Nabi Nuh as telah diperintahkan oleh Allah untuk menjalankan kerja dakwah. Nabi telah menyahut seruanNYA dengan menjalankankan kerja dakwah siang dan malam..
 Firman Allah:
"Nabi Nuh berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam " ( Suran Nuh:5)


Namun, setelah hampir 900 tahun, menurut ulama tafsir, orang yang menyahut seruan Nabi Nuh hanya sekitar 80 orang.. Adakah natijah ini menunjukkan Nabi Nuh as itu gagal dalam misi dakwahnya?? Tidak sama sekali, sebaliknya Allah memuji nabi Nuh as yang konsisten dan bersungguh2 dalam menyampaikn risalah dakwah, walaupun orang yang mengikuti beliau sedikit hatta anak beliau sendiri tidak beriman namun Nabi Nuh tetap menjalankan tanggungjawabnya..

Firman Allah:


Sebagaimana firman Allah tentang Nabi Nuh: “Sesungguhnya dia adalah hamba-Ku yang bersyukur.”
 (Al Isra': 3).

Ini lah antara sifat orang2 mukmin, tetap menjalan perintah Allah walaupun kadangkala bertentanagan dengan keinginan dan nafsu, orang mukimin sentiasa mendahulukan perintah Allah, bersyukur dengan petunjuk dan hidayat yang diberikan Allah untuk menjalankan perintahNYA. 


Justeru, sebagai orang Islam, kita hendaklah sentiasa istiqamah di atas jalanNYA, komited menjalankan perintahNYA walaupun di mata kita nampak  seolah-olah tidak berhasil, gagal dsb.  Jika ada peniaga yang jujur dan amanah dalam perniagaan mereka, tidak menjalankan riba dalam urusan muamalah mereka tapi rasakan kadangkala gagal, mundur berbanding dengan rakan peniaga lain yang menjalankan perniagaan dengan tidak amanah, menipu, riba dsb, ...Adakah benar tanggapan ini??
kepada peniaga2 yang beriman JANGAN LA CEPAT PUTUS ASA... setiap usaha dan letih anda dihitung oleh Allah sebagai saham dan pahala di akhirat, rezeki yang anda perolehi berkat dan bila rezeki yang berkat ini disalurkan kepada keluarga maka akan lahirlah kaum keluarga dan zuriat yang beriman, dan lain-lain lagi janji Allah dan RasulNYA..


sabda Rasulullah s.a.w; “Sesungguhnya ahli perniagaan yang jujur lagi amanah akan bersama-sama para Nabi, kumpulan orang yang jujur dan para syuhada (di hari kebangkitan)”. (Riwayat At-Tirmizi)

Begitu juga, sebagai orang beriman, jika kita telah usaha sekadar yang kita mampu dengan mematuhi perintah Allah dalam melayari bahtera perkahwinan, namun jika masih rumahtangga kita bergegar dengan ujian dan masalah berbanding dengan orang2 jahil, suami2 yang dayus, isteri2 yang nusyuz, yang membiarkan rumahtangga mereka dalam kemurkaan Allah, YAQIN LA ALLAH MEMANDANG DAN MENILAI KESABARAN KITA, Allah tahu betapa kita telah mengalirkan air mata sabar dan taqwa, Allah mendengar setiap rintihan dan pengharapan kita padaNYA, Allah akan memberi ganjaran di atas setiap kesabaran dan usaha yang kita telah lakukan untuk mendirikan dan megimarahkan "masjid" kita... 


Firman Allah: 


  "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan." (Surah Hud: 115)

Firman Allah lagi: 
 
.Sebenarnya sesiapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan" (Yusuf:90)
 Jangan la cepat berputus asa dari rahmatNYA, selagi kita berada di landasan yang diredhoi Allah dengan menjalankan perintah Allah, yaqin la Allah pertolongan Allah itu dekat... Orang beriman tujuannya dan matlamatnya adalah akhirat, dunia hanya sebagai tempat untuk kita berusaha, namun Hakim sebenar yang akan tentukan kita gagal atau berjaya adalah Allah... Dia la Allah yang tidak pernah dan tidak akan berlaku zalim ke atas hamba-hambaNYA, Dia la Allah yang Maha Mengetahu akan setiap perbuatan hamba-hambaNYA, tiada satu gerakan sebesar atau sekecil mana sekalipun yang berlaku di alam semesta tanpa pengetahuan dan pengawasan dariNYA..

Firman Allah:


...Janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir". (Yusuf:87)  
 Firman Allah:

Ketahuilah! Sesungguhnya Allah jualah yang menguasai segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Ia mengetahui keadaan yang kamu berada padanya (wahai umat manusia); dan pada hari umat manusia itu kembali kepadaNya, maka Ia akan menerangkan kepada mereka segala yang mereka kerjakan, kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap tiap sesuatu (surah- an-nur 64)

Tuesday, March 20, 2012

DEDIKASI UNTUK INSAN YANG MENGALAMI



DEDIKASI UNTUK INSAN YANG MENGALAMI

Dalam Al Quran Allah telah berfirman, ertinya:

“Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, iaitu orang yang apabila ditimpa bala bencana, mereka berkata: “sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Mereka itulah yang mendapat keampunan dan rahmat dari tuhan mereka. Merekalah yang mendapat hidayat.” (Al Baqarah, 155-157)

Sabda Nabi Muhammad, selawat dan salam ke atas baginda selama-lamanya, ertinya:
“tidaklah mengenai sesuatu bencana kepada seorang lelaki atau lebih dari itu, sehingga duri yang mengenainyam melainkan kerana salah satu daripada dua perkara; samada untuk diampuni dosanya oleh Allah, yang tidak terampun melainkan dengan memberikan kesusahan seperti itu; ataupun untuk dia mencapai kemuliannyang ia tidak dapat sampai kepanya selain dengan kesusahan seperti itu.
(Riwayat Ibnu Hibban, Az Zawajir, 1/267)

Dalam sebuah hadis dinyatakan sabdaan Nabi Muhammad, selawat dan salam ke atas baginda, ertinya:“tidaklah ditimpa bencana seseorang hamba, melainkan kerana dosa yang tidak diampunkan melainkan dengan cara itu; ataupun kerana satu darjat (kedudukan)yang ia tidak akan sampai kepadanya melainkan dengan ditimpa bencana seperti itu. (Az zawajir, 266)

Sabda baginda lagi, ertinya:
“orang-orang yang semasa di dunia hidup dalam keadaan sejahtera, menginginkan supaya kulit mereka pernah digunting di dunia dahulu, ketika mereka melihat pahala diberikan kepada orang yang di dunia dahulu hidup dalam bala bencana” (Imam tirmizi, hadis no 2402)

dalam sebuah hadis, Bagind bersabda, ertinya:
“..Dibawa seorang yang ditimpa bala bencana dalam hidupnya semasa di dunia dulu, tidak diletakkan neraca (untuk menimbang amalan mereka) dan tidak diberikan buku catatan amalan kepada mereka, bahkan dicurahkan kepada mereka pahala sehingga orang-orang yang hidup selesa di dunia dahulu terasa ingin kulit mereka digunting-gunting kerana melihat kehebatan pahala untuk mereka dari Allah.” (Tabaroni, Az Zawajir, 1/270)

Diriwayatkan bahawa seorang wanita yang mempunyai penyakit gila meminta Rasulullah, selawat dan salam ke atasnya, berdoa supaya ia sembuh. Rasulullah bersabda: jika kamu mahu aku boleh berdoa dan Allah akan menyembuhkan kamu, dan jika kamu mahu, kamu bersabar dan tidak ada hisab ke atas kamu pada hari akhirat. Kata wanita itu, bahkan saya bersabar dan tiada hisab ke atas saya.” (riwayat Imam Ahmad ibnu Hanbal, Musnad 1/347)

Hadis ini juga diriwayat oleh Imam Bukhari bahawa perempuan ini selalu diserang sakit sawan yang mana akan terbuka sebahagian auratnya ketika itu. Rasulullah bersabda: kamu boleh bersabar dan kamu dapat masuk syurga, dan jika kamu mahu aku berdoa kepada Allah supaya menyembuhkan kamu. Kata wanita itu saya bersabar, dan doakanlah supaya saya, sekiranya diserang sawan, tidak terbuka aurat lagi.” (hadis no 5652)

Wanita tersebut namanya Su’airah dari qabilah Asad, kuniah (gelarannya) Ummu Zufar.
Daripada dua hadis di atas jelas bahawa orang yang mempunyai penyakit yang kekal tidak akan dihisab di hari akhirat. Dan ia juga menunjukkan bahawa berubat tidak diwajib.

Dalam sebuah hadis, ertinya:
“sesiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Ia akan menimpakannya musibah,” (Imam Bukhari, no 5645)

Ertinya Allah mengenakannya musibah dan akan diberi pahala yang banyak di akhirat, sebagaimana hadis di atas. Dengan hanya semata-mata ditimpa bencana seorang akan mendapat pahala, dan dengan bersabar akan mendapat pahala lain pula. (lihat Al Fajr As Sati’, 12/343)

“Sesungguhnya seorang lelaki mempunyai satu kedudukan (darjat) di sisi Allah, ia tidak akan sampai kepadanya dengan amalan soleh, maka Allah akan mengenakan bencana kepadanya supaya ia sampai kepada darjat tersebut yang telah ditetapkan oleh Allah.” (Az Zawajir, 1/270)

“Sesungguhnya seorang hamba apabila Allah telah menetapkan untuknya satu kedudukan yang tidak akan sampai ia kepadanya dengan amalan soleh, Allah akan menimpakan bencana ke atas tubuh, harta, atau anaknya, kemudian Allah menjadikannya bersabar ke atas bencana tersebut, sehinggalah ia sampai ke darjat yang telah ditetapkan oleh Allah.” (riwayat Ahmad, Abu Dawud, Abu Yaala, dan Tabarani, Zawajir, 1/270)

“Tidaklah mengenai seorang mukmin keletihan, penyakit, kesedihan atau kerunsingan sehinggalah duri yang menyucuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebahagian dosanya.” (Syaikhan, Zawajir, 1.270. Bukhari, no 5641)(Fathul Bari, 10/107)

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atas baginda, ertinya: ”apabila seseorang hamba sakit ataupun bermusafir, akan ditulis untuknya pahala amalan yang ia sentiasa lakukan ketika sihat.”

Sabda baginda lagi, ertinya: “Orang yang sakit akan gugur dosanya sepertimana gugurnya daun-daun pokok.”

Dalam sebuah hadis Baginda bersabda, ertinya:
“Sesiapa yang mendahulukan (meninggal dunia) tiga orang anak yang belum baligh, adalah mereka benteng untuknya daripada neraka. Maka berkata Abu Darda: saya telah dahulukan dua orang anak saya. Jawab baginda: dua orang anak pun sama. Seorang sahabat lain berkata saya telah mendahulukan seorang anak saya, bagaimana pula? Jawab baginda: seorang anak pun sama juga.”

Dalam riwayat Imam Bukhari Baginda telah bersabda, ertinya:
“mana-mana perempuan yang kematian tiga orang anaknya, adalah mereka menjadi pelindung dari api neraka.” Seorang wanita bertanya: dua orang macamana? Jawab baginda: “dua orang pun sama (jadi benteng dari api neraka.” (Imam Bukhari, hadis no 1249)

Semoga sesiapa yang pernah ditimpa sesuatu musibah dapat bersabar dan memperolehi sedikit manfaat dari tulisan saya yang serba kekurangan ini. Kita semua adalah hamba ALLAH, kita akan bertemu dengan-Nya juga pada suatu hari nanti.

dipetik dari: http://anakgeriksoleh.blogspot.com/

Thursday, November 17, 2011

Pengajaran daripada kanak-kanak


Setiap hari, kita melalui dan meyaksikan pelbagai insiden atau peristiwa dalam hidup kita. Setiap perkara yang berlaku di sekeliling kita, boleh kita jadikan iktibar dan juga sebagai reflect kepada hubungan kita dengan Allah.


Mufti Taqi Usmani menulis satu cerita berkenaan dengan perkara ini, yang mana pada suatu hari beliau melihat seorang kanak-kanak dirotan oleh ibunya. Setiap kali, ibunya merotan budak tersebut, budak tu akan memahut dan memegang kaki ibunya, tidak mahu dilepaskannya. Setiap kali terjatuh, budak tersebut akan bangun kembali dan berlari semula mendakap ibunya. Kenapa budak tersebut berkelakuan sedemikian? Budak tersebut sedar, yang perlindungan dan pemeliharaan daripada dipukul semula oleh ibunya terletak hanya pada ibunya sahaja!! Lihat! Kanak-kanak pun tahu hakikat ini.

Nabi S. A.W pun berkehendak agar umatnya pun mempunyai pemahaman dan perasaan yang sama. Musibah /Ujian datang dari Allah (pada hakikatnya), dan kita hanya boleh mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan daripada segala muisbah hanya dari Allah jua. Tidak ada yang boleh melindungi dan memelihara kita melainkan Allah!!

Doa bila ditimpa musibah:

154- إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).” [Hadith Riwayat Muslim]

Wednesday, November 9, 2011

AMALAN MEMURAHKAN REZEKI




Setiap orang yang mempunyai perasaan akan rasa kasihan kepada orang-orang miskin. Apatah lagi setelah melihat keadaan tempat tinggal mereka yang kadang-kadang lebih buruk daripada reban ayam, dan mengetahui keadaan hidup mereka yang tidak punya makanan yang cukup dan anak-anak mereka yang tidak dapat meneruskan persekolahan kerana kemiskinan.

Di sini bukan tempat untuk membuat rayuan kepada orang orang kaya supaya memberikan zakat yang mencukupi untuk keperluan mereka seperti yang telah saya jelaskan dalam atikel mengenai zakat sebelum ini. Sebaliknya ruangan ini ingin berkongsi ilmu dan maklumat mengenai amalan-amalan yang boleh dijadikan sebagai sebab untuk memurahkan rezeki khususnya kepada orang-orang miskin supaya dapat berusaha keluar daripada penjara kefakiran.

Allah telah menurunkan agama yang lengkap sebagai penyelamat manusia dan membawa kebahagiaan kepada mereka di dunia dan ahkirat. Di dalam Al Quran dan Hadis terdapat banyak nas-nas yang menyatakan bahawa amal ibadat adalah penyelamat manusia daripada segala kesusahan termasuk kemiskinan. Maka cara yang terbaik bagi para penyumbang bantuan kepada fakir miskin ialah memberi wang beserta dengan mengajar amalan berkenaan.



TAQWA DAN TAWAKKAL


Antara amalan yang boleh menambah rezeki ialah taqwa. Ini dinyatakan oleh Allah taala dalam surah at Talaq, ayat 2-3: ertinya:

“Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah, nescaya Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar (dari kesusahan), dan memberikan rezeki kepadanya dari tempat yang ia tidak sangka, dan sesiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Ia mencukupi untuknya, sesungguhnya Allah akan melaksanakan segala kehendaknya..”

Maksud ‘jalan keluar’:

Kata Ibnu Abbas “jalan keluar” bermaksud: Allah akan menyelamatkannya dari kesusahan di dunia dan akhirat.
Kata Rabi’: keluar dari segala kesempitan yang menimpa manusia,
Kata Qatadah: dari segala perkara yang meragukan dan kesusahan ketika kematian dan ketakutan hari kiamat. Maka lazimkanlah taqwa kepada Allah kerana darinya datang rezeki dari Allah di dunia dan pahala di akhirat. Dan maksud “dari tempat yang tidak disangka” ialah dari tempat yang ia tidak harapkan.

Sabda Nabi Muhamad, ertinya: “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan (dihalang) daripada rezeki sebab dosa yang dilakukannya.” (Ahmad, Nasaie, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al Hakim, hadis sahih)


“Berbuat baik kepada ibu bapa menambah panjang umur, dan berdusta mengurangkan rezeki.” (Abu Syaikh)

“Sekiranya kamu bertawakkal ke atas Allah sebenar-benar tawakkal Ia akan berikan kamu rezeki seperti mana ia berikan rezeki kepada burung: pada waktu pagi perutnya kosong dan kembali pada waktu petang dengan perutnya penuh kekenyangan” (Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, Hakim. Kata Tirmizi hasan sahih, kata Hakim sahih dan Zahabi mengakuinya)

“Sesiapa suka menjadi orang yang paling kuat hendaklah ia bertawakkal kepada Allah” (Ibnu Abid Dunya, hasan)


MENUNTUT ILMU

“Nabi Sulaiman diberi pilihan antara harta, kerajaan dan ilmu, maka ia memilih ilmu, maka diberikan kepadanya kerajaan dan harta kerana memilih ilmu.” (Ibnu Asakir, dhaif)

Ilmu yang dipilih oleh Nabi Sulaiman ialah ilmu mengenali Allah dan hukum-hukam-Nya.


“Sesiapa yang menuntut ilmu Allah akan menjamin rezekinya” (Khatib, dhaif)



SOLAT

Firman allah taalaa dalam surah Toha, ayat 132, ertinya:

“Dan perintahkanlah ahlimu mengerjakan solat dan bersabarlah melakukannya, kami tidak minta rezeki darimu, Kami (Allah) yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik (di dunia dan akhirat) adalah untuk orang yang taqwa.”

Kata Ibnu Kathir: apabila kamu mendirikan solat , akan datang rezeki kepadamu dari tempat yang kamu tidak sangka, seperti yang Allah firmankan: “dan sesiapa bertaqwa kepada Allah, Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari tempat yang ia tidak sangka” (At Talaq). Sebab itulah Allah berfirman: “Kami tidak meminta rezeki darimu..” Kata Thauri: Kami tidak membebankan kamu mencari rezeki.

Kata Ibnu Abi Hatim dari Thabit: Adalah Nabi Muhammad, selawat dan salam Allah ke atasnya selama-selamanya, apabila ditimpa kesusahan, ia kan memanggil keluarganya dan bersabda: wahai keluargaku, solatlah. Kata Thabit: adalah para nabi apabila berlaku sesuatu perkara susah akan segera melakukan solat.

Sabda Nabi Muhammad selawat dan salam ke atasnya, semoga Allah menambahkah cinta kita kepadanya, ertinya: Allah taala berfirman: Wahai anak Adam lapangkanlah masa untuk menyembah-Ku (beribadat), nescaya Aku akan penuhkan dadamu dengan kaya dan aku tutupkan kefakiranmu, dan jika kamu tidak lakukan, aku akan penuhkan dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak tutup kemiskinanmu. (Riwayat Termizi dan Ibnu majah dari Abu Hurairah, hadis hasan.)


BERSIFAT AMANAH

“Amanah menarik (memberi) rezeki, khianat menarik kefakiran.” (Dailami, hasan)


ISTIGHFAR

Allah taala berfirman dalam surah Hud, ayat 52, ertinya:

“(Nabi Hud berkata: wahai kaumku, minta ampun kepada tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya, nescaya ia akan menghantar kepada kamu air hujan yang lebat dan menambahkan kekuatan kamu, dan jangan kamu kembali menjadi orang-orang yang berdosa.”

Air ialah punca bagi segala kemudahan dan akan menyuburkan tanaman yang menjadi sumber makanan.

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: “sesiapa yang sentiasa beristighfar Allah akan menjadikan kemudahan bagi kesusahannya, dan jalan keluar dari segala kesempitan, dan memberinya rezeki dari tempat yang ia tidak sangka.” (Abu Daud, Nasaie, dhaif)

MEMBACA AL QURAN

Sabda Nabi selawat dan salam ke atasnya, ertinya: “surah Al Waqiah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkanlah anak-anak kamu membacanya.” (Ibnu Mardawaih)

Ajarkanlah ister-isteri kamu surah Al Waqiah kerana ia adalah surah kekayaan. (Dailami)

Walaupun hadis-hadis mengenai fadhilat surah Al Waqi’ah adalah dhaif kesemuanya, namun ada anjuran dari ulama untuk mengamalkannya.

Sabda Nabi: “Perbanyakkanlah membaca Al Quran di dalam rumah kamu, kerana sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan Al Quran di dalamnya sedikit kebaikannya dan banyak keburukannya, dan disempitkan rezeki ahli rumah itu. (Daruqutni)


MENCARI REZEKI PADA AWAL PAGI

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: “Apabila kamu telah selesai solat subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rezeki.” (Tabrani)

Waktu yang terbaik ialah mencari rezeki selepas naik matahari kerana sebelumnya disunatkan duduk berzikir dan istighfar sehingga terbit matahari, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad.

“Pergilah awal pagi untuk mencari rezeki dan keperluan kerana pagi membawa keberkatan dan kejayaan.”(Tabrani, Ibnu Adi)

“Sesungguhnya tidur pada waktu pagi menghalang sebahgian rezeki” Abu Nuaim.


SEDEKAH

Sabda Nabi: “mintalah bantuan untuk mendapat rezeki dengan memberi sedekah.” (Dailami)

“Turunkanlah rezeki dengan melakukan sedekah.” (Baihaqi, Ibnu Adi, Abu Syaikh)

“Seringlah saling memberi hadiah makanan kerana itu akan melapangkan rezeki kamu” (Ibnu Adi)

“Rezeki menuju ke rumah orang yang pemurah lebih cepat daripada pisau membelah bonggol unta” (Ibnu Asakir, daif)

“Tetamu tiba dengan rezekinya (untuk orang yang dikunjungi), dan berangkat pergi dengan dosa orang (yang menerima mereka) dan membersihkan dosa daripada mereka” (Ibnu Hibban, dhaif dan mempunyai penyokong – shahid)

“Nafkahkanlah, aku akan nafkahkan ke atasmu” (Ahmad, Bukhari, Muslim)

Maksudnya: nafkahkanlah ke atas hamba-hamba-Ku. Aku akan nafkahkan ke atasmu bermaksud: aku akan gantikan apa yang telah kau belanjakan malah lebih banyak lagi.
TUAN/PUAN boleh merujuk kitab Fadhilat Sedekah karangan Maulana Zakariyya untuk maklumat lebih lanjut.

SILATUR RAHIM

“Ditulis di dalam Taurat: sesiapa yang suka umurnya panjang dan ditambah rezekinya maka hendaklah ia hubungkan silatur rahimnya.” (Hakim, sahih)

Barangsiapa suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan usianya, hendaklah ia hubungkan silaturrahimnya ” Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasaie dari Anas; Ahmad dan Bukhari dari Abu Hurairah).


HAJI

“Perikutkanlah antara haji dan umrah kerana di dalam memperikutkan antara keduanya menambah panjang umur dan menambah rezeki” (Ahmad, Ibnu Majah, Daruqutni, Tabrani)

“Orang yang mengerjakan haji dan umrah adalah tetamu Allah, mereka berdoa akan diterima, mereka meminta akan diberi-Nya. Bazzar, hadis hasan)

NIKAH

Allah taala berfirman: “dan nikahkanlah orang-orang bujang dari kalangan kamu, dan orang-orang soleh dari hamba lelaki dan hamba perempuan kamu. Dan jika mereka orang-orang yang fakir nescaya Allah kan menjadikan mereka kaya, dan Allah sangat luas dan sangat mengetahui.” (surah An-Nur 32,)

Sabda Kekasih, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: tiga golongan yang Allah mesti menolong mereka: orang yang bernikah untuk membersihkan diri daripada zina; orang yang berjanji merdeka hamba dan berniat menunaikannya, dan orang yang berperang pada jalan Allah.” (riwayat Imam Ahmad, Termizi dan Nasaie)

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: nikahilah perempuan kerana mereka akan membawa harta kepada kamu. (riwayat Bazzar, Daruqutni dan Hakim, hadis hasan)

Kata Ibnu Masud, semoga Allah redha kepada beliau, ertinya: carilah kekayaan dalam perkahwinan. (Riwayat Jarir)

Kata Sayyidina Umar ibnu Al-Khattab, ertinya: carilah kekayaan di dalam nikah. (riwayat Abdur Razzaq dalam Musannaf)


MEMBANTU ORANG-ORANG LEMAH

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: “carilah untukku orang-orang lemah kerana hanya kita diberi rezeki dan dibantu sebab orang-orang lemah dari kalangan kamu.” (Ahmad, Muslim, Ibnu Hibban, Al Hakim)

Maksudnya membantu mereka dan menunaikan keperluan mereka. Diberi rezeki bermaksud dapat mengambil manfaat daripada apa yang dikeluarkan oleh Allah.Apa yang tidak dapat digunakan tidak dinamakan rezeki. Dibantu bermaksud dibantu terhadap musuh dan menolak bala bencana. Sebab orang lemah bermakna sebab adanya mereka di kalangan kamu, atau kerana kamu memelihara hak mereka, atau kerana doa mereka.

Sabda Nabi: “Adakah kamu suka hatimu menjadi lembut, dan kamu memperolehi hajat keperluanmu? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah dia daripada makananmu, nescaya lembutlah hatimu dan kamu akan memeperoleh hajatmu.” (Tabrani)

Sabda Nabi, selawat dan salam ke atasnya, ertinya: “Allah taala membantu umat ini hanyalah sebab orang-orang lemah mereka, sebab doa mereka, solat mereka dan ikhlas mereka.”(Nasaie, sahih)

Sebab doa mereka meminta bantuan daripada Allah, dan kerana ikhlas mereka pada semua amalan mereka.


MENJAUHI ZINA

“Jauhilah zina kerana terdapat empat keburukan padanya: menghilangkan seri wajah, memutuskan rezeki, membuatkan Ar Rahman (Allah) murka, dan kekal di dalam neraka.” (Tabrani, Ibnu Adi, dhaif)

“Zina mewariskan kefakiran” (Al Qudhaie, Baihaqi, daif).

Wallahu a'lam

(dipetik dengan sedikit tambahan daripada blog: http://anakgeriksoleh.blogspot.com)